Oleh: wancik | Rabu, 28 Januari 2009

Buat Beton kayak Bikin Kue?

Tahu ga kalo buat beton itu sama aja kayak bikin kue? Coba aja bandingkan dari bahan aja maunya yang berkualitas baik, takarannya yang pas sesuai dengan resepnya. Bagaimana kalo bahannya berkualitas tapi takarannya atau prosedur pembuatannya tidak sesuai dengan resep? (perlu ditanyakan dengan ibu-ibu…)

Kualitas beton banyak macamnya, tergantung pada kekuatannya menahan beban tekan per cm2-nya. Misalkan beton K 175, K 200, dan K 250 mampu menahan beban tekan 175 kg/cm2, 200 kg/cm2 dan 250 kg/cm2 setelah berumur 28 hari.

- Takaran yang sesuai dengan resep or mix-design. Penambahan semen pada campuran tidak selalu meningkatkan kualitas beton, rasio w/c yang menentukan.

- Pemakaian air yang berlebihan  dapat beresiko menurunkan kuat tekan beton, bleeding, shringkage dan segregasi.

- Bentuk, gradasi, permukaan dan ukuran agregat yang digunakan.

Secara umum kekuatan beton dipengaruhi oleh:

  1. Kekuatan Pasta.
  2. Kekuatan Agregat.
  3. Kuat lekat pasta dengan agregat.

Contoh Penakaran/Pencampuran dengan sistem komputer di Pabrik Readymix.

Operator Mixdesign Ruang Operator

Kurang lebihnya gitu, kalau ada keliru tolong temen2 intrupsi n tambah2 untuk perbaikan.

About these ads

Responses

  1. Hallo, met kenalan om Ahmad..

    Akhirnya ketemu juga sama wong yang ahli

    Aku mau nanya om, lagi ada proyek bikin pagar dan retaining wall, tapi lagi ada kendala dengan MK…

    Pihak MK meminta formula MIX Design dari pihak ready mix dan MK mewajibkan pengunaan fly ashes kurang dari 10% dalam beton K 225 yang akan kita gunakan.

    Tapi pihak ready mix menolak ngasih mix designnya dengan alasan rahasia dapur mereka, dan pokoknya K225 yah K225, di buktikan dengan Test cube nya…

    Jadi aku mau minta pendapat om, gimana cara dapat titik temunya??? aku jadi pusing dech. Please om kasih sarannya…thanks berat om

  2. Mas Mole, maaf sy bukan wong ahli ttp selagi bisa ya dicoba untuk dijawab.
    Saya kurang mengetahui tentang bisa atau tidaknya owner meminta mix disain beton yang dipesan berdasarkan mutunya.
    Untuk memastikan beton yang kita pesan sesuai dengan mutunya (misalnya K225) dan pihak MK mendapatkan sesuai keinginannya (penggunaan fly ash kurang dari 10%), sebaiknya kita meminta surat pernyataan jaminan mutu dari pihak readymix bahwa beton yang dipesan wajib menggunakan fly ash kurang dari 10% dan mutunya sesuai dengan pesanan yaitu K 225 dan dibuktikan dengan tes kubus.

  3. saya masih mahasiswa awal sih di teknik sipil,tapi biasanya kalo dah pesen campuran beton kan biasanya kalo dah pek lokasi proyek kan di tes dulu nilai slumnya memenuhi atau tidak…oya btw saya tertarik banget ma seminar bambu untuk bahan bangunan,tapi wah gak punya duit nie… oya..kalo dipikir-pikir serba salah juga kalo bangun bangunan di jogja ( Indonesia), kalo dengan bahan beton ntar kalo da gempa gak aman, mmm kalo pake kayu, ntar kesamber angin puting beliung wah rusak juga…menurut kalian, solusinya gimana yaw???

  4. Mbak Kaka,
    Memang benar bila memesan beton readymix dilokasi dites dahulu nilai slump nya dan tes silinder/kubus beton untuk mengetahui mutunya.
    Untuk mencari atau mendapatkan bahan yang “mendekati sempurna” sesuai keinginan kita sangatlah sulit, walaupun ada harus ditebus dengan nilai yang mahal. So.. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
    Semua benda dipermukaan bumi ini tidak ada yang sempurna, ada kelebihan dan kekurangannya. Apalagi bila dihadapkan dengan bencana alam seperti angin topan/puting beliung, gempa, banjir. Itu semua diluar kekuasaan manusia. Hanya saja untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut diperlukan usaha-usaha dengan menggunakan pengetahuan dan teknologi.

  5. Pengalaman dalam memesan beton ready mix, bisa kita minta mix desain beton. disitu kita bisa lihat berat jenis semen, pasir, split yang digunakan. termasuk asal bahan tersebut seperti semen baturaja, pasir ex bangka, split ex lampung.
    Pak wancik punya buku/petunjuk teknis membuat beton dengan mixer/molen?

  6. Ini masukan langsung dari ahlinya.
    Pak Faisal, terima kasih…

    Kalau Pedoman/Juknis Pembuatan Beton dengan mixer atau molen saya tidak punya, tetapi untuk pembuatan beton dengan mixer atau molen saya kira dapat mengacu pada:
    1. SNI 03-3976-1995 Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton.
    2. SNI 03-2493-1991 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium.

    Karena tidak disebutkan spesifikasi kapasitas mixer yang digunakan, maka dapat diinterpretasikan sesuai dengan spesifikasi alat/mesin pengaduk.

    Pengertian dalam SNI 03-2493-1991, Pegaduk Beton berupa drum pengaduk dengan tenaga penggerak, wadah adukan yang dapat berjungkit, atau wadah yang berputar dengan baik/wadah dengan pendayung yang berputar. SNI ini menjelaskan dua cara pembuatan beton, yaitu Pengadukan dengan Mesin dan Pengadukan dengan Tangan.

    Pada SNI 03-3976-1995 menyebutkan juga jenis peralatan yang digunakan dan tata cara pengadukan beton, sebagai berikut:
    – Peralatan yang digunakan, antara lain disebutkan:
    Mesin Pengaduk harus berputar pada kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuat mesin tersebut.

    – Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut:
    1) Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum mesin pengaduk diisi kembali;
    2) Pengadukan harus dilakukan dari 1 ½ menit untuk setiap lebih kecil atau sama dengan 1 m3 adukan. Waktu pengadukan harus ditambah ½ menit untuk setiap penambahan kapasitas 1 m3.;
    3) Pengadukan harus dilanjutkan minimal 1 ½ menit (atau sesuai dengan spesifikasi alat pengaduk);
    4) Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus diawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran beton yang baru.
    5) …… Dst.

  7. Sebelum kontrak harga dgn pihak ready mix,harus ditentukan mutu beton yg akan dipakai.misal,harga Fc 25 pasti beda dgn Fc 45,atau slump 8 pasti beda dgn slump 12..mix desain harus jelas,ukuran tiap agregat,semen per kubik,fly ash atau non fly ash,dsb..nah,jika mix desain sudah ok,harus dilakukan trial mix dan dbuat benda uji beton untuk tes 28hari..jika hasil tes memenuhi desain,maka mix desain beton boleh dgunakan..

  8. om ahmad tertatik gak low kita ngembangin beton daur ulang biar gak terlalu banyak ngambil dari alam, misalnya limbah beton untuk aplikasi di daerah gempa. atau limabah genteng, atau inspirasi yang lain mungkin

  9. @ Pak Hartono,
    wah saya tertarik & mendukung sekali

  10. Untuk Beton Hemat 30%, Kuat, tahan Gempa dan ramah lingkungan, silahkan kunjungi http://apsindo.multiply.com atau http://kraksaan.com/rumah-cor-rumah-yang-kuat-hemat-dan-ramah-lingkungan.html atau http://s670.photobucket.com/albums/vv63/apsipro/

    Semoga bermanfaat…

  11. om ahmad,minta masukanya donk,,,
    saya mau buat beton berbahan daur ulang dari limbah beton, menurut om sudah banyak yang mengkaji blum y?? khusus di indonesia

  12. Mas Pam,
    saya pernah dengar penelitian menggunakan limbah beton & pernah baca (tp lupa dimana bukunya/jurnal) yg membahas hal tersebut.
    Sepertinya cukup menarik bila Mas mengangkat topik tersebut, karena kayaknya di Indonesia ini belum familiar untuk di pakai atau karena banyak pertimbangan utk menggunakan limbah tersebut.
    maju terus.. :)

  13. alhamdulilah saya ketemu sama orang ahli campuran semen..gini,saya itu kepikiran terus.soalnya saya bekerja di proyekan dan masih sdikit pengalamn kerja di proyek. saya masih kurang dalam masalah menentukan campuran.kalo menentukan mutu beton k 125,maksudnya kalo gk salah 1 semen:2 pasir:3 koral ya?nah yg jadi pertanyaan saya,pakai alat apa untuk takarannya?….ada lagi saya menemukan kasus,di proyek saya itu, untuk membuat campuran semen pake alat takaran SEKROP..terus kalo misalnya membuat campuran semen dengan k.125, untuk memasukkan materialnya ke molen,berapa kalikah nyekrop pasir??semen jelas dimasukkan 1 sak.

  14. Ok… Mas Wancik tanggapan saya atas penggunaan limbah semen untuk di daur ulang pernah kita lakukan di perusahaan tak ubahnya kaua fly ash ini pun sama saja.
    jadi tanggapan saya untuk memangfaatkan limbah dari beton dalam jumlah banyak pali ekfetif di campur dengan tanah urunggan yang di siram dengan suatu cairan jadi kembali tuh…. limbah kealamnya. oke salam ya mas saya coba tampilkan solusi ini seperti dimaui oleh anda.
    oh…. yah nantinya akan menjadi bahan untuk buat jalan di daerah daerah perkampungan jadi dech limbah itu bermanfaat. cairannya ini yang harus kita bicarakan di belakang

  15. @Mas Doni: saya bukan ahli, cuma punya sedikit ilmu & apa yg diketahui saya coba bagikan.
    takaran yang digunakan pada mix design campuran beton digunakan perbandingan berat dan dapat dikonversikan dg perbandingan volume.
    adapun perbandingan volume 1:2:3 yg dipakai sebaiknya menggunakan takaran seperti kotak ukur.

    @Mas Denni: solusi dan sarannya sangat diharapkan. terima kasih.

  16. Mas wan…
    Numpang tanya….kalo untuk mencapai kualitas beton setara K225, adukan 1:2:3, semennya pakai yang 40 kg atau 50 kg?
    Terima kasih infonya.

  17. @Mas Agus,
    kayaknya sama saja pakai semen yang 40kg atau 50 kg yang penting takarannya sesuai dengan formula yang ditentukan.
    trims

  18. Hallo, Mas Wancik.. Salam dari adik junior MTBB

  19. Untuk campuran beton, silahkan dilihat pada blog http://dwikusumadpu.wordpress.com , tulisan saya di Apakah Campuran Adukan Beton anda sudah benar? Semoga bisa saling memberikan perbaikan pada dunia konstruksi kita..

  20. Hallo juga… Salam kembali, sukses selalu


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: