Oleh: wancik | Jumat, 26 Desember 2008

RPJMN 2010-2014 Hadapi Tantangan Degradasi Kualitas Lingkungan

24/12/2008

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) II antara 2010-2014 akan menghadapi tantangan degradasi kualitas lingkungan akibat dampak dari perubahan iklim. Perkembangan kota-kota di Indonesia saat ini cenderung ke arah yang tidak jelas akibat pengendalian tata ruang yang lemah. Hal itu menjadi salah satu catatan permasalahan pembangunan pada masa RPJMN 2004-2009. Dengan demikian diperlukan konsep pembangunan yang mendorong peningkatan pelayanan infrastruktur bidang cipta karya bagi peningkatan kualitas lingkungan di masa mendatang.

Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Budi Yuwono, saat memberikan arahan pada pembukaan Diskusi Terbatas Masukan Teknis Rencana Pembangunan Jangka Mencegah bidang Cipta Karya 2010-2014 di Jakarta, Rabu (24/12). Acara dihadiri oleh para pejabat eselon II dan III Ditjen Cipta Karya dengan menampilkan narasumber dari pengamat perkotaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Tommy Firman dan Pengamat Lingkungan Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna. Acara bertujuan untuk menjaring informasi dan masukan untuk memperkaya konsep RPJMN II bidang Cipta Karya tahun 2010-2014.

Budi Yuwono mengungkapkan, konsep pembangunan untuk mendorong peningkatan pelayanan infrastruktur bidang cipta karya bagi peningkatan kualitas lingkungan di antaranya adalah pembangunan berkelanjutan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan, pemanfaatan Green Building dan Green Infrastructure, dan mewujudkan ecocity.

Dijelaskan, pembangunan berjelanjutan harus memenuhi karakteristik yaitu keseimbangan dan kesetaraan, pandangan jangka panjang, dan berpikir sistemik. Ditambahkan, saat ini pemerintah sudah berkomitmen untuk mendorong terwujudnya RTH di perkotaan minimal 30% dari wilayah perkotaan sesuai Undang-undang Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang. Selanjutnya, dalam rangka menghadapi pemanasan global (global warming) perlu diwujudkan keandalan bangunan gedung dengan menerapkan green building dan green infrastructure untuk mengurangi efek rumah kaca.

Aspek lain di bidang cipta karya dalam menghadapi tantangan degradasi lingkungan adalah mewujudkan ecocity. Konsep ecocity adalah salah satu upaya memadukan pembangunan perkotaan dengan upaya perlindungan lingkungan hidup. Ecocity menurut Budi Yuwono berfokus pada pembangunan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung kualitas lingkungan hidup, contohnya pengelolaan persampahan dan air limbah, serta integrasi pengelolaan air, drainase dan pengendalian banjir.

Pada akhir sambutannya Budi Yuwono mengingatkan akan perlunya komitmen dan kreativitas Pemerintah Daerah guna menyongsong RPJMN II 2010-2014. “Sepuluh tahun terakhir banyak kota-kota baru yang muncul sudah semakin maju padahal sebelumnya masih terbelakang, seperti Kota Palembang, Kota Medan, dll. Hal itu buah dari kreativitas Pemda dan prestasi pengembangan kota yang mengesankan, khususnya dilihat dari kacamata Cipta Karya,” jelasnya.(bcr)

Sumber: http://ciptakarya.pu.go.id


Responses

  1. wah “Kota Palembang dibilang sudah semakin maju”, jadi bangga nih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: